BLANTERVIO102

Cerita Horor Nyata Misteri Pemuja Siluman Ular Paling Seram

Cerita Horor Nyata Misteri Pemuja Siluman Ular Paling Seram
Rabu, 29 Agustus 2018
cerita misteri pesugihan siluman ular
Penakut.com secara khusus menyajikan kumpulan cerita mistis misteri kisah hantu nyata yang horor paling seram dan menakutkan. Mulai dari cerita hantu disekolah, rumah sakit, rumah angker,cerita pesugihan, tersesat memasuki alam gaib, bercinta dengan hantu dan masih banyak lagi. Selamat menikmati.

Cerita Mistis Misteri Kehidupan Pengabdi Siluman Ular

Setiap manusia yang hidup didunia ini pasti ingin hidupnya berkecukupan. Hal itu adalah wajar. Yang menjadi masalah adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan harta yang berkecukupan itu.

Kalau harta yang didapat dengan cara yang halal tentu tak menjadi masalah baik dimata manusia maupun dimata Tuhan.

Celakanya masih banyak manusia menempuh jalan yang sesat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah dengan meminta bantuan setan atau memuja makhluk halus yang bias mendatangkan kekayaan baginya.

Kenyataan seperti ini terjadi pula pada suatu keluarga yang tinggal di sebuah daerah yang masih terletak di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Untuk menjaga nama baik keluarga tersebut dan masyarakat desa di sekitarnya, maka sengaja merahasiakan nama pelaku, juga nama desa tempatnya tinggal.

Selama hidupnya Kersono dan istrinya Nengsih, sebut saja demikian, selalu hidup kekurangan. Kemiskinan sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Hal ini dikarenakan Kersono bekerja hanya sebagai buruh pabrik di kawasan industry yang letaknya tak jauh dari desanya.

Sayangnya, kehidupan mereka yang serba kekurangan itu tidak diimbangi dengan pola hidup yang hemat. Sebagai istri, Nengsih terkenal pemboros. Kalau tiba waktunya gajian, Nengsih langsung menghabiskan gaji suaminya untuk pergi ke pasar dan memberi barang yang sebetulnya tidak begitu dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga mereka.

lnilah salah satu penyebab yang membuat mereka tampak lebih kekurangan dari tetangga di sekitarnya. Kehidupan méreka jauh Iebih tertata dengan baik. Padahal, sebagian besar tetangga Karseno dan Nengsi itu berprofesi yang sama dengan Kersono yaitu sebagai buruh pabrik.

Karena hidup terus kekurangan, suatu malam Nengsih berkata kepada suaminya,Kersono,

"Mas, sampai kapan kehidupan kita seperti ini. Apa tidak sebaiknya kita melakukan pesugihan, agar hidup kita bisa berubah?"

"Gila kamu, apa otakmu sudah mulai nggak waras?" Bentak Kersono

"WaIaupun hidup susah, amit-amit kalau aku harus menempuh jalan sesat itu.Perlu kamu ketahui Nengsih, mencari kekayaan dengan cara demikian adalah dosa besardan banyak resikonya! ”

"Ah, itu kan kata orang. Jangan pedulikan. Memangnya mereka tahu apa itu dosa. Hidup susah begini saja sudah banyak dosa. Mendingan kita kaya,”sergah Nengsih dengan berapi-api.

Rupanya, Nengsih tetap keras hati dan sukar untuk diatur oleh suaminya. Dia akan tetap ingin mencari pesugihan. Akhirnya,Kersono hanya bisa diam dan membiarkan istrinya melakukan niatnya itu sendiri.

Keesokan harinya, Nengsih pergi ke suatu daerah yang terletak di Jawa Timur. Persisnya ke sebuah tempat yang terkenal sebagai lokasi keramat untuk mencari pesugihan.

Sesampainya di sana, Nengsih langsung menemui juru kunci tempat pesugihan itu dan mengutarakan maksud dan tujuannya. Setelah berkonsultasi dengan juru kunci, Nengsih Ialu diantar ke sebuah goa kecil di lereng pegunungan.

Di dalam goa yang kecii itu Nengsih mengadakan ritual pemanggilan Siluman Ular dengan dibimbing oleh sang juru kunci. Dalam tempo yang tidak terlalu lama, datanglah sesosok makhluk dalam wujud pria yang tampan tapi seluruh tubuhnya dipenuhi sisik ular.

Ringkas cerita, perjanjian sesat itu disebutkan, Nengsih harus bersedia menyediakan tumbal setahun sekali dan persernbahan itu dilakukan paling lambat akhir tahun. Jika suatu saat nanti dia tak mampu menyediakan tumbal,maka dirinyalah yang akan dijadikan korban sebagai pengganti tumbal.

Tanpa berpikir panjang, Nengsih pun menyetujui isi perjanjian itu. Dia pun pulang dari lokasi pesugihan itu dengan membawa harapan baru untuk hidup menjadi orang yang kaya raya.

Sebulan kemudian setelah kepuIangan Nengsih dari tempat pesugihan, dia telah membuka warung rokok kecil-kecilan di pinggirjalan.

Anehnya, belum sampai setahun usahanya itu kian maju. Dulu hanya warung rokok pinggir jalan, kini telah berganti dengan toko besar yang menyediakan berbagai kebutuhan sembako dan rumah tangga.

Hal Iain juga terjadi. Rumahnya yang dulu kecil dan reyot telah berganti rumah mewah yang letaknnya di pinggir jalan pula. Boleh dikatakan kehidupan mereka berubah 180 derajat.

Tak terasa, telah sebelas bulan Iebih Nengsih melakukan kolaborasi dengan setan Ketika malam dia kerap teringat kembali dengan perjanjian siluman itu,bahwa setahun sekali dia harus memberikan tumbal kepada siluman itu.

‘’Sumini! Nengsih teringat dengan pembantunya itu. Ia berencana akan menjadikan Sumini sebagai tumbal untuk pesugihannya.

Hari itu Sumini dimanja habis-habisan oleh majikannya. Dia diajak jalan-jalan ke Jakarta, makan pun di restoran yang mewah, bajupun dibelikan yang bagus-bagus.

Kebaikan majikannya ini tak urung membuat gadis dusun yang lugu bernama Sumini itu merasa aneh. Dia bingung tapi juga merasa senang dengan kebaikan majikannya, yang sungguh jauh berbeda
dari hari biasanya.

Sumini memang malang! Dia tak mengetahui bahwa nanti malam dia akan dijadikan tumbal oleh majikannya. Malam itu sekitar pukul 24.00 WIB, Sumini terjaga dari tidurnya karena kejadian yang sangat aneh.

Tiba-Iiba kamarnya didatangi sesosok makhluk yang disekujur tubuhnya terdapat sisik ular. Makhluk itu mendekati Sumini dan memeluk tubuhnya. Sumini berusaha untuk melepaskan diri dari lilitan makhluk siluman itu, namun apa daya dia tak mampu melepaskannya.

Makhluk itu menyeringai. Dan dari mulutnya tersembul dua gigi taring panjang, lalu gigi itu dihujamkan ke leher Sumini hingga tak bernyawa Iagi.

Keesokan harinya, masyarakat menjadi gempar oleh berita kematian Sumini yang mendadak. Dengan cepat berita kematian pembantu Nengsih yang bernama Sumini itu tersiar dengan luas. Masyarakat pun
mulai curiga dengan kematian Sumini yang misterius, Ialu masyarakat mulai menduga duga kematian Sumini sebagai tumbal atas kekayaan Nengsih.

Kabar miring tentang dirinya sampai juga ke telinganya. Nengsih berusaha mengelak tuduhan yang diarahkan kepada dirinya dan mencoba menerangkan bahwa rumahnya telah kemasukan ular. Ular itu
memasuki kamar Sumini dan mematuk lehernya hingga tewas.

Cerita kematian Sumini yang misterius itu tak terasa enam bulan telah berlalu. Masyakat mulai melupakan kejadian itu. Anehnya, seiring dengan itu kekayaan Nengsih semakin hari semakin bertambah,Kini dia membuka toko pakaian dan took elelétronik yang cukup besar.

Di rumahnya, kini Nengsih telah mempunyai pembantu baru yang bernama Surtini. Sama seperti kejadian tahun lalu,Surtini pun telah siap dijadikan tumbal oleh Nengsih di akhir tahun nanti.

Namun, Kersono merasa kasihan dengan nasib para pembantunya. Hingga, suatu hari dia memberanikan diri untuk membicarakan hal ini dengan Nengsih.

”Nengsih, sebaiknya kau hentikan saja perjanjianmu dengan siluman ular itu, sebelum bertambah banyak orang yang mati karena siluman ular itu. Jangan-jangan suatu saat nanti aku atau anakmu pun akan jadi tumbal keserakahanmu! "

"Tidak mungkin, Mas! Saya tak mungkin mengorbankan Purnomo atau mengorbankan Mas. Saya selalu mencari pembantu baru untuk dijadikan tumbal, Saya jugatak mungkin menghentikan perjanjian ini, saya juga tak mau hidup miskin seperti dulu iagi. Sebaiknya Mas tak usah turut campur dengan masalah inil", Ucap Nengsih dengan nada sedikit emosi. Kersono hanya bisa terdiam dan mengalah.
***********

Lima tahun telah berlalu. Tepatnya di pada akhir tahun 1990 , siluman ular menagih janji kepada Nengsih untuk  diberikan tumbal yang kesekian kalinya. Nengsih merasa kebingunan, karena sudah setahun ini dia tak mempunyai pembantu.

Setiap orang yang ditawari untuk dijadikan pembantu selalu menolaknya. Walaupun dia berjanji akan memberikan gaji yang besar, namun tetap saja tak ada wanita yang bersedia.

Hingga batas akhir perjanjian itu tiba,Nengsih belum mampu juga memberikan tumbal. Malam harinya ketika tidur,Nengsih di datangi siluman ular itu.

Makhluk itu datang dengan wujud yang amat menyeramkan. Lidahnya yang panjang terbelah dua meliuk-Iiuk manggelitik leher jenjang Nengsih. Dia terbangun dan merasa kaget. Dia merasakan ketakutan, bukan takut perwujudan siluman ular itu tapi takut akan menjadi korban karena dia merasa belum memenuhi janjinya untuk memberikan tumbal.

Siluman ular itu memandangi Nengsih dengan tatapan yang nanar. Dengan nada marah dia berkata,

”Nengsih, mana tumbal yang akan kau berikan. Ini adalah hari terakhir janjimu untuk mernberikan tumbal itu kepadaku! ”

”Maafkan aku yang belum bisa memberikan tumbal untukmu. Beri aku waktu beberapa hari lagi untuk mencan tumbal itu! "

”Terlambat Nengsih, aku telah memberikan waktu yang sangat panjang kepadamu. Kini mau tak mau kaulah yang akan rnenjadi tumbal untuk kekayaannnu sendiri! "

Sambil berkata demikian siluman ular itu mendekati Ieher Nengsih. Lidahnya meliuk-liuk sementara taringnya yang tajam dihujamkan dengan keras ke leher Nengsih....

Kini Nengsih telah mati. Dia merasa kesakitan yang sangat luar biasa. Sama halnya dengan para pembantunya terdalulu, kini dia pun merasakan hal yang sama.

Sementara itu Kersono, belum mengetahui apa yang telah terjadi dengan istrinya. Malam itu dia ketiduran di bangku ruang tamu karena terlalu asyik menonton televisi. Baru esok paginya ketika dia membuka kamar tidurnya, dia kaget dan berteriak histeris setelah mendapati istrinya telah tewas dengan keadaan mengenaskan.

Hari itu juga Nengsih dimakamkan disebuah pemakarnan umum di daerah Tangerang. Malam harinya, ketika Kersono masih dalam keadaan duka,secara aneh dan tiba tiba terjadi korsleting Iistrik di rumahnya.

Rumah mewah itu terbakar musnah dilalap si jago merah. Rumah yang dulu dibanggakan oleh Nengsih kini telah hangus, rata dengan tanah. Dan secara aneh pula toko besar yang dirniliki oleh Nengsih ikut terbakar dan musnah pada saat yang bersamaan.

Kersono merenung. Dalam hatinya dia membatin, mungkin harta itu telah diambil oleh siluman ular itu. Untunglah Kersono dan Purnomo, anaknya selarnat. Untuk menghilangkan kenangan pahit ini, Kersono beserta putra satu satunya meninggalkan desa tempatnya tinggal untuk memulai hidup baru.

Kini Kersono hidup dan tinggal di sebuah rumah sederhana di wilayah manggarai, Jakarta dan berprofesi sebagai supir bajaj. Sementara itu anaknya,Purnomo yang kini sudah remaja bekerjadi bengkel mobil, Kersono menuturkan kisahnya ini dengan harapan dapat diambil hikmahnya oleh kita semua. Semoga kita dijauhkan dari tipu daya setan yang menyesatkan. Sumber: Misteri
Jadwal Rilis Cerita Misteri: Setiap Hari Pukul 06.00 Pagi
Share This Article :
Eko Susilo

TAMBAHKAN KOMENTAR