BLANTERVIO102

Cerita Misteri Diikuti Hantu Anak Kecil Korban Kecelakaan

Cerita Misteri Diikuti Hantu Anak Kecil Korban Kecelakaan
Minggu, 26 Agustus 2018
Penakut.com secara khusus menyajikan kumpulan cerita mistis misteri kisah hantu nyata yang horor paling seram dan menakutkan. Mulai dari cerita hantu disekolah, rumah sakit, rumah angker,cerita pesugihan, tersesat memasuki alam gaib, bercinta dengan hantu dan masih banyak lagi. Selamat menikmati.

 Cerita Misteri Hantu Anak Kecil di Sekolahan Korban Kecelakaan

Aku seorang gadis remaja berumur 18 tahun dan saat ini duduk di kelas 3 SMU dipinggiran Jakarta. Beberapa bulan silam aku pernah mengalami satu kejadian yang tidak pernah bias dilupakan.

Waktu itu aku pernah mempunyai adik dari alam gaib yang mengikutiku semenjak mengalami kecelekaan lalu lintas.

Kisahnya bermula pada waktu siang sepulang sekolah, seperti biasanya aku pulang dengan membonceng sepeda motor teman lelakiku. Dan entah mengapa siang itu tanpa sebab yang jelas di tengah jalan, persisnya di bawah sebuah terowongan jembatan layang, aku terjatuh dari boncengan motor temanku.

Saat itu aku terjatuh daiam posisi duduk yang membuat aku agak susah berdiri. Sementara itu orang-orang yang berada disekitar tempat itu segera menolongku.

Sambil menolong, sebagian dari mereka ada yang mengatakan bahwa di tempat aku jatuh itu memang sering sekali terjadi peristiwa kecelakaan.

Setelah kecelakaan siang itu, sesampainya di rumah aku merasakan ada yang aneh di kakiku. Aku merasakan sakit yang teramat sangat di kakiku setap kali aku akan melangkahkannya. Akibat dari rasa sakit itu aku tidak masuk sekolah untuk beberapa waktu.

Meski sudah diobati baik ke dokter ataupun dukun patah tulang, namun rasa sakit itu tak hilang juga. Hingga tak terasa sudah hitungan bulan berlalu, tetapi rasa sakit itu tidak hilang juga. Yang aneh, bahkan kakiku perlahan mulai agak menjadi panjang sebelah.

Segala cara telah dilakukan oleh ayah dan ibuku untuk mengobati sakitku yang aneh ini. Mulai dari pengobatan medis sampai pengobatan alternatif mereka coba.

Syukurlah semua itu akhirnya membawa hasil. Walaupun belum begitu sembuh tetapi aku sudah mulai bisa berjalan normal, meski kadang rasa sakit masih suka menyerang kakiku.

Waktu pun berlalu dan aku pun sudah mulai melupakan segala peristiwa kecelakaan dan akibat yang aku alami. Sampai suatu hari, ketika aku sedang beIajar di kelasku, aku melihat dari pintu kelas yang saat itu terbuka, seorang anak kecil memakai kaos dan bercelana pendek sedang menatapku tajam penuh harap.

Pertama kali menatapnya aku merasa biasa saja. Tetapi ternyata berkali-kali aku menatap anak kecil itu masih tetap berada di sana, dan menatap penuh harap kepadaku. Karena aku penasaran, aku bertanya kepada teman sebangku apakah dia mengenal anak kecil tersebut.

Tetapi jawaban temanku sangat mengagetkanku. Karena rupanya dia tidak melihat sama sekali anak kecil itu. Padahal di sana anak kecil itu masih berdiri dan menatapku.

”Kau ini kayak mimpi di siang bolong. Sejak tadi aku tidak melihat ada anak kecil di sana,” kata teman sambil menggeleng- gelengkan kepalanya. Aku coba menyakinkan temanku bahwa di luar sana anak kecil itu memang ada.

"Demi Tuhan, aku melihat anak itu terus berdiri di depan pintu kelas.Bahkan,dia sepertinya menangis melihatku,”kataku, setengah berbisik karena takut di dengar guru yang tengah mengajar.

Tetapi temanku tetap tidak percaya. Bahkan dia menganggapku mengigau dan menyarankan agar aku beristirahat di ruang UKS.

Karena kesal atas saran temanku, akhirnya aku tidak meneruskan kalimat untuk meyakinkannya. Selain itu, setelah perdebatan kecil itu terjadi, memang bocah kecil itupun sudah tidak ada lagi di depan kelas. Entah pergi kemana dia...?

Sewaktu istirahat, ketika aku belum melupakan kejadian di dalam kelas tadi, kembali anak kecil itu muncul di hadapanku. Kali ini dia sedang duduk di bangku taman. Sama seperti pagi tadi, anak kecil itu masih menatapku dengan penuh harap.

Saat itu kebetulan aku sedang bersama dengan beberapa orang temanku. Karena penasaran aku menanyakan pada mereka semua apakah ada yang mengenal atau tahu siapakah anak kecil tersebut?

”Matamu itu sudah terbalik, ya? Mana ada anak kecil di sana? Bangku itu kosong, coba kau lihat lagi..!" Kata salah seorang temanku.

Lagi-lagi, jawaban yang kuterima dari mereka semua sangat mengagetkanku. Sungguh aneh, ternyata tak satu pun dari temanku yang melihat keberadaan anak kecil tersebut. Padahal aku melihatnya dengan jelas sekali. Anak kecil berumar 8 tahunan itu masih terus menatapku.

”Aku sungguh-sungguh melihat anak kecil itu’’,  kucoba meyakinkan teman-teman.

Mereka hanya saling menatap, untuk kemudian mulai menggeleng penuh rasa heran dan cemas. Saat itu aku mulai merasa takut dan bertanya dalam hati, siapakah sebenarnya anak kecil itu? Dan mengapa hanya aku yang bisa melihat keberadaannya, sementara orang-orang yang lain tidak bias melihatnya sama sekali?

Malam hari setelah peristiwa yang aneh itu, saat aku masih bingung untuk menjawab atas segala peristiwa yang kualami tadi disekolah, aku pun merenung di dalam  kamarku untuk mencarijawabannya.

Aneh, saat itulah dari pintu kamar yang terbuka dan menghadap ke ruang tamu rumahku aku melihat anak kecil itu sudah ada di atas sofa sedang duduk menatapku seperti saat di sekolah tadi siang.

Entah mengapa, aku merasa sangat takut sekali. Akibatnya, keringat dingin bercucuran dari tubuhku. Belum sempat aku berbuat apa-apa, tiba-tiba aku merasa dia mengajakku ”berkomunikasi" walau-pun aku merasa komunikasi itu berlangsung di bawah kontrol alam sadarku.

”Assalammu'alaikum!” Terdengar ucapnya di telingaku.

"Wa’alaikum salam” Jawabku.

Dari sini terjadilah percakapan panjang antara aku dengannya. Dari sini pula aku mulai tahu mengapa anak kecil itu mengikutiku, Ternyata, ia senang terhadapku dan ingin mengangkatku sebagai kakaknya.

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi...? Yang pasti, selain dia juga senang kepadaku, dia juga sangat ingin dekat denganku karena aku suka melakukan sholat lima waktu.

Tetapi, semua percakapan itu terhenti saat dia mengatakan siapa dia sebenarnya.Ya, anak itu mengaku bernama Dani. Dia juga mengatakan bahwa dirinya telah lama meninggal, karena kecelakaan tepat dilokasi aku mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu.

Mendengar pengakuan Dani yang polos ini, aku kembali merasa sangat takut. Akibatnya, tanpa sadar aku memanggil ibuku yang sedang berada di kamarnya.

Namun, ketika ibu dan ayahku datang, aku tak tahu lagi apa yang terjadi, karena saat itu aku langsung tak sadarkan diri. Yang aku tahu aku sudah berada dalam pangkuan ibu yang sedang rnenyadarkanku dengan mengusap-usap keningku dengan lembutnya.

Saat aku siuman, aku langsung menceritakan semua yang terjadi kepada ibu dan keluargaku yang saat itu sudah berkumpul di sekitarku. Mereka pun semuanya dilanda kebingungan dan rasa tak percaya.

Dani, entah mengapa setiap dia akan muncuI' menemuiku, aku merasa seluruh badan ini menjadi lemas. Bahkan aku bisa pingsan setelah Dani menemuiku dan hilang meninggalkanku.

Anehnya, rupanya Dani pun tahu apa yang kurasakan, karena selanjutnya jika Dani akan menemuiku, dia terlebih dahulu memberikan isyarat dalam bentuk suasana aneh yang tiba-tiba kurasakan.Dani pun akan mengerti jika aku tidak ingin atau tidak siap bertemu dengannya, maka dia tidak akan muncul walaupun isyarat kemunculan Dani telah kurasakan.

Seiring dengan waktu yang terus berjalan, Iambat laun aku pun mulai terbiasa bergaul dengannya. Tidak jarang Dani membangunkanku untuk melaksanakan sholat jika aku belum menjalankannya. Bahkan, Dani pun sering membantuku jika aku mengalami kesulitan-kesulitan dalam berbagai hal, termasuk ketika menyelesaikan soal-soal ulangan.

Waktupun terus berjalan dan aku pun sudah merasa bahwa Dani sudah layaknya seperti adikku sendiri. Terlebih lagi aku memang anak bungsu yang tidak pernah tahu rasanya bagaimana mempunyai seorang adik.

Tetapi dibalik semua itu timbul juga Sejak aku mulai tahu siapa sebenarnya pertanyaan dalam hatiku, apakah yang kulakukan ini salah atau tidak? Apakah Dani tidak merasa tersiksa hidup di dunia ini, sedangkan sebenarnya dunia ini bukan lagi menjadi tempat yang benar lagi untuk tempat tinggalnya?

Karena kegamangan itu, aku jadi sering berkonsultasi kepada orang yang lebih mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan gaib, juga kepada kedua orang tua dan kakak-kakakku. Mereka pun pada akhirnya percaya tentang hubunganku dengan Dani.

Bahkan, banyak dari mereka yang menyarankan agar aku mendoakan Dani agar dia bisa kembali ke alamnya dan hidup tenang di sisiNya. Ada juga sebagian yang menyarankan agar aku menanyakan di mana Dani tinggal sebelum meninggal dunia, dan siapakah kedua orang tuanya yang sesungguhnya?

Semua saran itu sudah aku lakukan.Dalam setiap sholatku aku sering mendoakan Dani agar kembali ke alamnya yang sesungguhnya. Aku pun sering menanyakan di mana rumah dan kedua orang tuanya.

Tetapi setiap kali kutanya hal yang satu ini, Dani hanya diam saja, bahkan aku merasa Dani tidak menyukai jika aku bertanya tentang hal ini. Sampailah pada suatu ketika aku berkonsultasi kepada salah seorang Ustadzah yang kebetulan guru agama di sekolahku.

Setelah mengetahui semuanya, guru agamaku itu menyarankan agar aku mengikhlaskan Dani untuk dirawatnya. Karena guruku itu takut aku menjadi musyrik, karena aku jadi sering tergantung kepada Dani.

Memang aku akui, sejak mengenal Dani aku jadi sering menggampangkan masalah karena aku yakin pasti Dani akan menolongku. Setelah aku mendapatkan penjelasan panjang lebar dari guruku, akupun mengikhlaskan Dani untuk dirawatnya.

Karena aku pikir guruku itu lebih mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh Dani, dan ini juga demi kebaikan aku dan Dani.

Baca Juga => Cerita Mistis Seorang Wanita Menikah dengan Jin

Beberapa waktu setelah itu Dani pun tidak pernah Iagi datang kepadaku. Selama itu pula entah mengapa aku merasa ada yang hilang dalam kehidupanku. Tetapi setelah aku tahu bahwa Dani telah dirawat oleh guru agamaku aku pun menjadi lega.

Aku cuma berharap bahwa Dani bisa lebih bahagia dan bisa kembali ke alamnya dengan tenang dan damai. Walaupun hanya beberapa bulan aku bersama dengan Dani, tetapi semua itu telah menyadarkanku bahwa dunia gaib itu memang ada.

Bahkan kini setelah Dani tidak pernah datang lagi kepadaku, aku jadi mempunyai semacam kekuatan untuk dapat melihat makhluk-makhluk dari alam gaib. Walaupun demikian aku menyadari bahwa semua ini datangnya hanya dari Allah SWT. Sumber: Misteri
Jadwal rilis cerita misteri : Setiap hari pukul 06.00 pagi
Share This Article :
iq bisnis

TAMBAHKAN KOMENTAR