BLANTERVIO102

Cerita Misteri Hantu Nyata Menikah dengan Arwah Gentayangan

Cerita Misteri Hantu Nyata Menikah dengan Arwah Gentayangan
Kamis, 30 Agustus 2018
kisah cerita mistis misteri horor bercinta dengan hantu
 Penakut.com secara khusus menyajikan kumpulan cerita mistis misteri kisah hantu nyata yang horor paling seram dan menakutkan. Mulai dari cerita hantu disekolah, rumah sakit, rumah angker,cerita pesugihan, tersesat memasuki alam gaib, bercinta dengan hantu dan masih banyak lagi. Selamat menikmati.

Cerita Mistis Bercinta dengan Hantu Wanita Cantik

Doni Surya, 35 tahun, Sungguh-sungguh mengalami peristiwa musyki| ini. Dia kini tinggal di Purwakarta, telah menikah dan dikaruniai seorang anak. Dia menuturkan kisah yang sangat musykil ini dengan harapan agar para Pembaca dapat mengambil hikmahnya.

Berikut ini penuturan Doni Surya yang kami susun dalam bentuk pengakuan...:

Cerita ini bermula belasan tahun silam. Seperti biasa, saat musim liburan aku pulang ke Purwakarta. Aku memang sengaja memilih pulang menjelang malam. Selain lebih nyaman, lalu-lintas pun tidak macet.

Namun di luar dugaan, perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu tiga jam itu molor menjadi hampir lima jam, akibat sebuah truk terbalik di tengah jalan. Akibatnya, aku tiba pada tengah malam.

Saat aku turun dari bus, suasana di terminal bayangan itu sudah sepi. Hanya satu dua kendaraan yang kebetulan masih beroperasi. Mau tak mau, aku pun terpaksa menunggu. Namun, belum lama menunggu, tiba-tiba mataku melihat pemandangan tidak beres di seberang jalan.

Seorang gadis nampak sedang ditarik tarik tiga orang pernuda. Si gadis nampaknya sangat ketakutan dan berusaha meronta, namun salah seorang pemuda Iangsung membekap mulutnya dan langsung menyeretnya ke sebuah gang sempit yang gelap.

Melihat itu, darahku terkesiap. Ada perasaan bimbang dan takut di hatiku. Jujur saja aku masih merasa ragu apakah aku sanggup melawan tiga orang berandalan itu. Namun, entah ada kekuatan darimana, tiba-tiba keberanianku muncul.

Dengan setengah berlari, aku mendatangi gang itu, Benar saja ketiga berandalan itu memang hendak memperdayai si gadis.Melihat itu, tanpa basa-basi, aku langsung menghajar ketiga berandalan tersebut,Rupanya aku sedang beruntung, karena ketiga berandalan tersebut dalam keadaan mabuk, sehingga tidak terlalu sulit bagiku untuk melumpuhkan Mereka.

Dengan beberapa pukulan, akhirnya aku berhasil mengusir mereka hingga kabur. Setelah berhasil mengusir ketiga berandalan tersebut, aku segera menghampiri gadis yang sedang menggigil ketakutan sambil menangis itu.

Aku langsung mengajaknya pergi. Karena merasa kasihan, malam itu aku kemudian mengantarnya pulang sampai kerumahnya di daerah Campaka, Purwakarta.

Di tengah perjalanan pulang, aku baru mengetahui kalau dia ternyata senasib denganku yang kemalaman pulang dari Bandung. Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Shofa. Wajahnya cantik, kulitnya putih bersih, dengan perawakan tinggi langsing dan berisi.

Setelah kejadian malam itu aku akhirnya berpacaran dengan Shofa. Sejak itu pula setiap kali pulang atau pergi kuliah ke Bandung, Shofa tidak pernah lepas dari kawalanku.

Tak terasa,hampir tiga tahun kami berpacaran. Dan aku pun telah dua tahun bekerja di sebuah perusahaan farmasi. Uang tabunganku pun kurasa telah cukup untuk biaya menikah. Dan Shofa pun telah selesai kuliah.

Akhirnya, saat menghadiri wisuda, dihadapan kedua orang tuanya aku mengutarakan niatku untuk melamarnya. Bukan main kagetnya Shofa rnendengar niatku itu, tanpa berkata-kata dia langsung memelukku sambil terisak bahagia.

Hari itu, Shofa pulang bersama kedua orang tuanya. Sedangkan aku rencananya akan menyusul dua minggu lagi karena harus mengurus pekerjaanku di Bandung.

Namun baru serninggu berlalu, pada suatu malam, sekitar pukul 23.00, ada seseorang yang mengetuk pintu rumah kostku. Bukan main kagetnya aku begitu membuka pintu ternyata yang datang adalah Shofa.

Sambil terheran-heran, aku langsung mengajaknya masuk. Dan keherananku semakin bertambah ketika Shofa memintaku agar segera pulang ke Purwakarta malam itu juga. Dengan berbagai alasan akhirnya aku berhasil membujuknya agar bisa pulang besok.

Shofa mau menerima keputusanku, meski terlihat sedih. Malam itu akhirnya kami tidur seranjang, namun kami masih bisa saling menjaga diri untuk tidak melakukan hal  hal yang lebihjauh selain hanya tidur sambal berpelukan.

Esok paginya aku bangun kesiangan, namun aku tidak menemukan lagi Shofa. Aku pun bergegas mandi karena pagi ini aku telah berjanji untuk pulang bersama Shofa. Setelah mandi dan menunggu Shofa yang tadinya aku kira sedang keluar mencari makanan untuk sarapan, ternyata dia tidak kunjung pulang.

Bahkan aku dibuat semakin heran karena semua pintu masih terkunci dari dalam. Karena penasaran aku pun bertanya pada tetanggaku, apakan melihat ada perempuan keluar dari rumahku. Semua tetanggaku mengatakan kalau mereka tidak rnelihat ada seorang pun yang keluar dari rumah.

Keherananku semakin memuncak dengan kemunculan Peno, satpam perusahaan tempatku bekerja yang mengabari kalau tadi malam ada telepon penting dari kedua orang tua Shofa agar aku segera pulang.

Mendengar kabar itu tentu saja aku semakin bingung.Akhirnya, meski dengan hati bertanya-tanya aku pun segera pulang. Selama dalam perjalanan, aku terus didera perasaan tidak enak, pikiranku terus tertuju pada Shofa.

Sampai di Purwakarta, aku langsung menuju ke rurnah Shofa. Bukan main kagetnya aku begitu melihat di depan rumah kekasihku telah berkumpul banyak orang.

Belum habis rasa heranku, tiba-tiba saja Reni, adik perempuan Shofa yang memang paling manja padaku, langsung manghambur dan memelukku begitu melihatku datang. Akhirnya aku tahu semuanya.Shofa telah pergi untuk selamanya.

Menurut cerita bapaknya, Shofa telah meninggal dunia kemarin malam sekitar pukul 21.00 akibat motor yang dia kendarai ditabrak truk. Ketika itu dia hendak beli pulsa untuk meneleponku,karena kebetulan telepon di rumah sedang rusak.

Lalu, siapa Shofa yang datang ke rumahku malam itu? Hingga kini belum
kutemukan jawabannya....
*******
Kepergian Shofa membuatku sangat terpukul. Anehnya, belum genap sebulan setelah dia meninggal, pada satu malam ketika aku baru saja pulang ke kontrakan, tiba-tiba aku mendengar ada yang memanggil namaku. Anehnya suara itu sangat aku kenal. Shofa!

Dengan sedikit bimbang aku segera membuka pintu. Aneh, Shofa telah berdiri di ambang pintu. Malam itu dia terlihat demikian cantik dengan mengenakan pakaian ketika pertama kali kami berjumpa. Antara sadar dan tidak aku hanya menuruti saja ketika tangan halus dan dingin Shofa menarikku masuk ke kamar.

Malam itu akhirnya kami habiskan dengan bercengkrama seperti waktu kami pacaran dulu. Baru menjelang pagi, Shofa berpamitan pulang padaku dan berjanji malam berikutnya akan datang Iagi.

Anehnya, meski aku tahu kekasihku telah rneninggal, namun aku sama sekali tidak merasa takut bahkan sebaliknya aku merasa sangat senang. Dan anehnya lagi, aku sama sekali tidak merasa terganggu, padahal setiap malam aku baru tidur sampai menjelang subuh.

Pada malam ke-tujuh, Shofa kembali mendatangiku. Seperti biasa, kami mengobrol dan bercanda. Namun saat hendak berpamitan, Shofa menagih janjiku untuk menikahinya.

”Aku tidak akan pernah bisa tenang sebelum bisa menikah dengan Aa (Abang),” ucapnya. Mendengar itu tentu saja aku bingung bercampur kaget.
******
Sejak itu, setiap kali Shofa mendatangiku dia selalu meminta jawabanku, bahkan seringkali bayangan wajahnya kulihat ketika aku sedang bekerja, terutama saat sendirian. Karena merasa terus terganggu, akhirnya aku meminta bantuan pada sahabatku yang sedikit mengerti dunia mistik.

Atas saran sahabatku, aku menyanggupi untuk menikahi arwah kekasihku. Dengan diantar sahabatku itu, aku mendatangi seorang paranormal di daerah Leles, Garut, Jawa Barat.

Malam itu kami berangkat bertiga dengan menyewa mobil menuju ke tempat Abah Saefudin yang dikenal bias melakukan ritual kawin gawib, untuk menikahkanku dan arwah kekasihku.

Sepanjang perjaianan aku yang duduk sendiri di jok tengah sempat dibuat kaget karena tahu tahu, arwah kekasihku telah duduk di sampingku sambil bersender manja di bahuku. Dia mengucapkan terima kasih kepadaku.

Rupanya, malam itu kedua temanku,Sandi dan Bowo pun melihat kehadiran Shofa, hingga membuat mereka tegang.


Setelah menghabiskan tiga jam setengah waktu perjaianan, akhirnya kami sampai di depan sebuah rumah panggung sederhana. Beruntung, malam itu kami bisa diterima Iangsung oleh si Abah.

Setelah mengutarakan semua maksud dan tujuanku Abah menyanggupinya. Aku kemudian disuruh mandi dengan air yang telah diberi bacaan dan minyak khusus.

Setelah mandi aku dijampi-jampi oleh si Abah, kemudian disuruh meminum segelas air putih. Setelah itu aku disuruh tidur di salah satu kamar. Antara sadar dan tidak, malam itu aku bermimpi, bertemu dengan Shofa.

Pada kesempatan itu kami membuat sebuah perjanjian sebagai suami isteri. Esok harinya aku menceritakan semua perjanjian itu pada si Abah. Malam harinya, setelah semua siap. Si Abah menyuruh Sandi, temanku untuk membuka pintu kamar yang semula tertutup.

Begitu di buka, nampak kekasihku yang terlihat seperti sudah dirias layaknya pengantin. Aku semakin terkesiap manakala melihat kecantikannya.

Akhirnya, malam itu dengan disaksikan kedua temanku, aku menikah secara batin dengan arwah kekasihku. Proses pernikahannya pun tak jauh berbeda dengan pernikahan pada umumnya.

Setelah proses pernikahan itu selesai, Abah berpesan agar aku segera kembali datang padanya jika ada apa-apa dikemudian hari. Malam itu juga aku disuruh pulang oleh si Abah.
*******
Setelah ritual kawin gaib itu aku menjalani kehidupan seperti biasanya, meskipun rumah tanggaku tidak lazim. lstriku memang hanya datang dan melayani setiap kebutuhanku pada malam hari saja.

Setiap kali aku pulang malam, Shofa selalu menyambutku dengan senyum manis, lalu menyiapkan air panas untuk mandi atau minuman hangat.

Biasanya setelah menyiapkan minum dan mandi kami selalu melakukan hubungan intim. Jujur saja aku sendiri tidak tahu apakah semua yang aku Iakukan itu nyata atau tidak, namun yang jelas setiap kali berhubungan intim, kami selalu bias saling memuaskan.

Bahkan, setiap kali aku terbangun pada pagi harinya aku selalu mendapati diriku dalam keadaan telanjang,dan tidak hanya itu, bau keringat dan parfum kesukaan istriku masih menempel di sprei kami.

Hampir delapan bulan aku menjalani kehidupan ganjil seperti itu. Kecuali kedua temanku yang dulu mengantarku, tak seorang pun yang mengetahuinya.Ada hal yang tidak bisa aku mengerti selama menjaIin pernikahan dengan arwah kekasihku itu.

Selama itu aku sama sekali tidak pernah sedikit pun merasa tertarik pada perempuan lain. Bahkan beberapa kali aku menolak gadis yang dijodohkan orang tuaku.

Jujur saja, aku sendiri tidak tahu kenapa, namun yang jelas, setiap kali aku melihat perempuan Iain aku selalu merasa takut dan biasanya setelah itu wajah Shofa pasti membayangi pikiranku. Ujung-ujungnya, aku selalu ingin malam segera datang karena rindu ingin bertemu dengan istriku.

Namun, sepandai-pandainya menyembunyikan rahasia, akhirnya terbongkar juga. Kejadian itu bermula karena kecurigaan beberapa tetangga sebelah rumah kontrakanku yang sering mendengar suara perempuan dari dalam rumahku.

Rupanya, selama beberapa hari ini para tetangga telah mengawasi gerak-gerikku. Akhirnya pada suatu malam, saat aku sedang bercengkrama dengan istriku, tiba-tiba warga menggedor-gedor pintu dan memaksaku agar segera keluar.

Aku segera keluar kamar dan membuka pintu. Ternyata, puluhan warga telah berkumpul di depan rumahku, dengan wajah penuh kebencian. Mereka kemudian menggeledah setiap pojok rumahku.

Syukurlah mereka tidak menemukan istriku.Meskipun demikian, malam itu aku tetap digiring ke rumah RT setempat. Dari ketua RT aku baru mengetahui kalau aku dicurigai telah menyembunyikan perempuan di rumah kontrakanku. Meskipun aku mati-matian rnembantahnya, namun tak seorang pun yang mempercayaiku.

Akhirnya, esok harinya aku segera mengemasi barang-barangku. Aku pindah ke daerah Cikalong Wetan, Bandung. Sejak peristiwa itu aku mulai merasa gamang, apakah hubunganku ini bisa terus dipertahankan?

Akhirnya, aku memutuskan untuk berterus terang pada kedua orang tuaku. Atas nasehat dan bujukan orang tua dan dua adikku, aku bertekad untuk melepaskan Shofa. Malam harinya, ketika Shofa kembali menampakkan diri, aku mengutarakan niatku untuk menceraikannya.

Di luar dugaan, ternyata Shofa telah mengetahui niatku tersebut dan dia rela diceraikan. Sebaliknya, dia malah meminta maaf dan berterima kasih atas apa yang telah aku berikan padanya. Bahkan, dia mengatakan kalau sebentar Iagi aku akan menemukan jodohku di tempat pertama kami bertemu dulu.

Dengan di antar kedua temanku, aku kembali menemui Abah Saefudin untuk menceraikan istriku. Dengan ritual yang nyaris sama akhirnya kami diceraikan.

Setelah resmi bercerai, Shofa tidak pernah lagi menemuiku. Ternyata, apa yang dikatakan Shofa pada malam terakhir tentang jodohku menjadi kenyataana Tanpa sengaja aku berkenalan dengan seorang gadis, persis di tempat kami dulu pertama kali bertemu.

Lima bulan setelah perkenalan itu aku menikahi gadis tersebut, dan kini aku telah dikaruniai seorang anak perempuan yang manis.

Kini, meskipun peristiwa itu telah lama berlalu, namun kenangan itu tidak juga hilang. Kupasrahkan semua keanehan yang telah terjadi pada diriku ini hanya kepada Allah. Semoga Dia mengampuni dosa-dosa kami. Semoga Shofa kini tenang dan mendapat tempat yang layak di alam sana. Sumber: Misteri
Jadwal Rilis Cerita Misteri: Setiap hari Pukul 06.00 Pagi
Share This Article :
iq bisnis

TAMBAHKAN KOMENTAR