BLANTERVIO102

Cerita Misteri Kisah Nyata Ternyata Aku Keturunan Kuntilanak

Cerita Misteri Kisah Nyata Ternyata Aku Keturunan Kuntilanak
Minggu, 02 September 2018

cerita mistis kisah misteri hantu kuntilanak horor nyata

Penakut.com secara khusus menyajikan kumpulan cerita mistis misteri kisah hantu nyata yang horor paling seram dan menakutkan. Mulai dari cerita hantu disekolah, rumah sakit, rumah angker,cerita pesugihan, tersesat memasuki alam gaib, bercinta dengan hantu dan masih banyak lagi. Selamat menikmati.

Kisah Mistis Cerita Misteri Nenekku Bangsa Kuntilanak

Setiap malam aku tak pernah habis berpikir tentang semua yang telah terjadi pada keluargaku. Aku tak pernah menyangka sebeléumnya kalau ternyata aku masih mempunyai keturunan kuntilanak, sosok makhluk halus yang berwujud perernpuan cantik berambut panjang yang sering menampakkan diri untuk menakuti manusia.

Bahkan, awalnya aku menganggap keberadaan mereka hanyalah dongeng belaka. Namun setelah keganjilan yang ada pada tubuhku terkuak, barulah aku menyadari kalau aku tak bisa memungkiri
kenyataan ini.

Bertahun-tahun aku selalu berpikir tentang diriku. Aku memiliki kulit berwarna putih. Namun warna putih itu berbeda dengan warna kulit putih kebanyakan. Bule tidak, namun putih Cina juga tidak. Bahkan pada bagian dada ada tanda merah yang membentuk lingkaran tak beraturan.

Mulanya keanehan ini aku anggap sebagai hal biasa. Karena penasaran, aku konsultasikan dengan dokter ahli kulit. Namun, mereka tak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.

Selama aku mencari tahu tentang warna kulitku, beberapa kali aku mengalami mimpi aneh. Aneh karena terkadang aku merasa ketakutan setiap selesai mendapat mimpi itu.

Dalam mimpiku,aku merasa didatangi sesosok perempuan cantik dengan tubuh aduhai, berambut panjang riap-riapan. La tak pernah berkata apa-apa, melainkan hanya tersenyum dan terkadang tertawa Iebar.

Tawanya inilah yang terkadang membuat bulu kudukku berdiri. Tawanya begitu me-ngerikan mengingatkan aku pada sosok makhluk halus yang sering kulihat di televisi. Kuntilanak!

Setiap selesai bermimpi aku merasa ketakutan seperti dikejar setan. Pernah aku bertanya pada salah seorang temanku yang sedikit tahu tentang masalah-masalah seperti ini. Menurutnya, sosok yang ada di dalam mimpiku adalah Kuntiianak.

Dan masih menurutnya, ada sesuatu yang pernah terjadi dengan keluargaku berkenaan dengan spesies jin yang satu ini.

Sejauh ini aku tak percaya dengan apa yang dikatakan temanku itu. lni mengingat keluargaku tak pernah mengatakan apa-apa. Setelah mimpi itu datang berulang-ulang, barulah memaksaku untuk mengikuti saran temanku agar aku menanyakan langsung pada kakekku.

Aku masih ingat, waktu itu hari kamis. Aku sengaja datang ke rumah kakek yang tinggal cukup jauh dari rumah kedua orang tuaku. Rumah kakek agak terpencil letaknya. Di sekitar perkampungan tempat tinggal beliau juga masih banyak terdapat hutan-hutan kecil yang masih misterius.

Hawa dingin pegunungan seperti menyambut kedatanganku sore itu. Aku sengaja datang seorang diri, karena aku tak ingin kedatanganku kali ini terganggu oleh siapapun. Dengan demikian informasi yang aku butuhkan dapat aku peroleh langsung dari kakek tanpa ada yang harus disembunyikan.

Sesampainya di rumah kakek, aku langsung menuju telaga. Aku paham betul dengan kebiasaan kakek. Setiap sore selalu berendam di telaga, katanya untuk memperkuat otot-otot tuanya.

Bahkan pada waktu-waktu tertentu kakek juga sering berendam di dalam air pada malam hari. ”Untuk menyerap energi alam,” katanya padaku setiap kali aku bertanya kebiasaannya yang nyeleneh itu.

Saat aku mengatakan kalau ini justru bisa membuat kakek terkena rematik, beliau malah terkekeh sambil berkata,

”Buktinya, setua ini kakekmu tidak pernah mengalami ngilu-ngilu atau keluhan seputar tulang. Bahkan kakek hampir tak pernah terkena penyakit sekalipun hanya flu. Justru orang-orang seperti kalian yang tak pernah melakukan tirakat seperti inilah yang sering sakit-sakitan, iya..kan! ”

Kalau sudah begitu, aku hanya bias diam. Dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan kakek. Kuayunkan langkahku menuju telaga. Suara burung yang pulang ke sarang masih kudengar. Semilirnya angin membuai perasaanku.

Aku begitu menikmati keagungan ciptaan Tuhan. Sampai di ujung jalan, aku menghentikan langkahku. Tepat di tengah telaga kecil, aku dapat melihat dengan jelas tubuh kakek yang terendam air. Kalau sudah begini, aku tak ingin mengganggu meditasi kakek.

Biasanya aku pun duduk di atas batu yang terletak di tepi telaga sambil menunggu kakek menyelesaikan kontemplasinya.Setengah jam kemudian, aku meiihat kakek sudah mulai beranjak dari telaga dan bergegas naik ke atas.

"Assalamu'alaikum,” sapaku.

"Wa'alaikum salam. Sudah lama menunggu kakek di sini?” Ucapnya berwibawa.

Beliau terkejut dengan kedatanganku. Biasanya beliau sudah tahu lebih dahulu kalau ada tamu yang akan mengunjunginya. Kebiasaannya melatih rasa mungkin menjadi salah satu penyebab kepekaan indera keenamnya.

"Belum lama, Kek!” Jawabku.

"Sudah lama tidak ke sini. Ada apa?" tanyanya lagi padaku.

"Nggak ada apa-apa, Kek. Cuma kangen!” Kataku lagi.

”Kangen,atau ada yang membuat engkau tak bisa tidur beberapa malam ini?” Tebaknya.

Aku cuma tersenyum kecil. Aku seolah bisa menerka kalau sebenarnya kakek pasti tahu maksud kedatanganku yang sesungguhnya.

"Jangan coba menyembunyikan sesuatu dari‘ Kakekmu, ya!" Katanya lagi membuatku tersenyum kecut.

Berdua, kamu menyusuri satu-satunya jalan desa menuju ke rumah kakek. Malam harinya setelah sholat Isya, barulah aku dan kakek duduk di serambi depan.

Kakek mengisap dalam-dalam rokok khasnya yang terbuat dari lintingan daun yang diperoleh dari hutan sekitar dengan cengkeh dan tembakau yang diraciknya sendiri.

“Ada masalah apa yang menyebabkan engkau jauh-jauh mengunjungi kakek?" tanyanya lagi, seperti ingin sekedar memancing.

Aku menghela nafas panjang. Aku tak tahu dari mana harus memulai pertanyaanku. Aku takut salah bicara dan sampai menyinggung perasaan kakek.

Cukup lama aku tidak menjawab pertanyaan kakek dan hanya memandangi kulit kakek yang juga berwarna putih aneh,sama seperti kulitku dan keluarga besarku.Setelah melihatku lama terdiam, kakek akhirnya memulai perbincangan.

"Kakek bisa memaklumi apa yang saat ini menjadi pikiranmu dan yang akhir-akhir ini sering datang dalam mimpimu. Semua yang engkau alami, juga pemah kakek alami saat masih seusiamu. Kakekjuga mengerti kalua engkau tak akan mungkin menanyakan semua ini pada kedua orang tuamu. Mereka orang modern yang tak akan percaya dengan hal-hal yang di luar kemampuan akal untuk mencernanya.”

Kata-kata kakek seperti mampu mewakili pikiranku. Aku menatap wajah kakek yang masih terlihat kokoh di usianya yang tergolong lanjut.

”Kakek rasa engkau sudah cukup dewasa untuk mengetahui cerita ini dan engkau boleh percaya boleh juga tidak. Kakek akan menceritakan semua peristiwa yang telah menimpa keluarga kita.

Semua ini terjadi karena ulah Bapakku, Kakek Buyutmu,” tambah kakek yang bersiap memulai ceritanya.

Aku yang memang ingin menguak semua misteri ini mendengarkan dengan seksama apa yang diceritakannya. Aku tak ingin kehilangan satu katapun kalimat yang diucapkan kakek. ”
”Kakek buyutmu adalah lelaki pilih tanding yang memiliki segudang ilmu kedigdayaan. Bahkan sedemikian saktinya beliau bisa keluar masuk alam jin sesuka hatinya. Namun di usianya yang sudah tergolong cukup umur, beliau belum juga mau berumah tangga.

Beliau tetap membujang. Menurutnya, tidak ada wanita cantik di alam nyata ini. Hal ini mungkin disebabkan karena dia terlalu sering masuk alam jin dan melihat jin-jin yang kecantikannya luar biasa.”

Kakek terkekeh-kekeh mengakhiri kalimat terakhirnya. Beliau diam sejenak untuk kemudian meneruskan.

”Sedemikian hebat ilmu Kakek Buyutmu, sehingga dia berhasil menaklukkan banyak jin kafir hingga tunduk dan bersedia masuk Islam. Salah satu jin yang berhasil dia tundukkan adalah jin dari golongan Kuntilanak.”

”Kuntilanak?" ‘tanyaku, tercengang.

Aku terkejut mendengar cerita kakek barusan. Akupun langsung teringat dengan mimpiku tentang Kuntilanak.

”Benar! Bahkan Kuntilanak yang ditaklukkan Kakek Buyutmu sudah berubah layaknya manusia dalam artian dia bias dilihat dan diraba layaknya manusia. Kakek Buyutrnu telah memaku kepalanya hingga dia tidak bisa lagi menghilang dan kembali ke alamnya’’.

‘’Selama paku itu masih bias menancap di kepalanya, selama itu pula dia tetap tidak bisa berubah menjadi jin. Karena kecantikan Kuntilanak itu, kakek buyutmu pun jatuh cinta dan kemudian menikahinya. Salah seorang anak yang terlahir adalah kakek sendiri.’’

Aku terbelalak mendengar kata-kata kakek barusan.

”Jadi...?”

"Ya, ibu kandung kakek atau Nenek Buyutmu adalah kuntilanak. Dengan begitu kita ini masih keturunan kuntilanak dan putihnya kulit kita serta warna merah di sekitar dada kita adalah tanda yang hanya dimiliki oleh keturunan Kuntilanak.”

Aku menghela nafas panjang seakan tak percaya dengan cerita kakek. Cukup lama kami saling diam sampai kemudian aku memecahkan kesunyian di antara kami.

” Kakek, boleh aku bertanya sesuatu?” tanyaku.Beliau mengangguk.

”Apakah diperbolehkan dalam Islam dan apakah memungkinkan, bangsa kita menikahi bangsa Jin?”

”Wallahua’alam. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Namun kalau kita mau belajar dari kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis,ada pelajaran yang bisa kita ambil.”

"Maksud kakek?” '

“Apakah engkau masih ingat cerita dalam Al-Qur’an tentang perkawinan Nabi Sulaiman dengan Ratu Balqis?”

"Iya, saya masih ingat.”

"Menurutmu, Ratu Balqis itu termasuk golongan manusia ataukah golongan jin?”

Aku terdiam tak mampu menjawab pertanyaan kakek.

"Kalau kakek tidak salah kalau, Ratu Balqis itu adalah Ratu dari bangsa Jin yang kemudian ditaklukkan dan di Islam-kan oleh Baginda Sulaiman AS. Dengan demikian Nabi Sulaiman sesungguhnya telah menikah dengan bangsa Jin dan tidak ada ayat Allah yang mengutuk tentang kejadian itu. Itu artinya untuk orang-orang tertentu kejadian-kejadian di luar kelaziman masih dimungkinkan untuk dilakukan.Namun demikian, kakek serahkan semua urusan ini pada Allah SWT Yang Maha Mengetahui.”

Aku mengangguk lemah, mencoba memahami kata-kata dan cerita kakek tentang keluargaku. Aku hanya bisa berdoa kalau ini merupakan sebuah kesalahan, Semoga Allah mengampuni kesalahan kakek buyutku. Sumber: Misteri
Share This Article :
iq bisnis

TAMBAHKAN KOMENTAR