BLANTERVIO102

Cerita Mistis Misteri Diserang Hantu Menyeramkan Korban PKI

Cerita Mistis Misteri Diserang Hantu Menyeramkan Korban PKI
Kamis, 06 September 2018
cerita kisah misteri nyata terbaru paling seram
 Penakut.com secara khusus menyajikan kumpulan cerita mistis misteri kisah hantu nyata yang horor paling seram dan menakutkan. Mulai dari cerita hantu disekolah, rumah sakit, rumah angker,cerita pesugihan, tersesat memasuki alam gaib, bercinta dengan hantu dan masih banyak lagi. Selamat menikmati.

Kisah Cerita Misteri Horor Paling Menyeramkan

Kisah ini dialami oleh sebut saja Taryadi, dalam cerita ini akan diceritakan sebagai sudut pandang pengakuan…
Awalnya, aku tak menyangka goa tempatku bertirakat mengolah batin dulu ternyata bermasalah.
Goa itu dulunya merupakan tempat pembuangan mayat pribumi, yang mati mengenaskan akibat disiksa dan dibunuh secara keji oleh pengikut G 30 S/PKI, ditahun 1963.

Ceritanya, seperti biasa setiap awal bulan Mulud, oleh guru spiritualku bernama Mbah Jaim asal Karawang, aku dan murid-muridnya diwajibkan berpuasa selama 12 hari dan tengah malam berendam di sungai yang airnya mengalir deras.

Setelah itu, para murid diperbolehkan pulang lagi ke rumahnya masing-masing.Namun, entah kenapa, pada bulan Mulud kemarin setelah riyadoh usai kami lakukan, guru melarangku pulang karena ada satu riyadoh lagi yang mesti kulakukan.

Katanya, setelah aku tanyakan padanya itu berkaitan dengan kesempurnaan ilmuku.

"Untuk menamatkan ilmu yang kau miliki maka harus meIakukan tapabrata di dalam sebuan goa yang belum pernah dipakai orang lain untuk bertirakat. Dan disana kamu akan mendapatkan kekuatan pamungkas, juga sebuah pusaka bertuah.Bagaiman, apa kamu sanggup?” ujar Mbah Jaim mencoba meyakinkanku.
"Sanggu|o, Mbah!” jawabku pendek.
"Bagus! Kalau begitu silahkan malam ini aku izinkan kau berangkat menuju sebuah goa, yang telah kutunjukkan padamu sehari sebelumnya itu. Di tempat itu,mudah-mudahan kamu bisa bertirakat
dan meraih apa yang telah kau cita citakan, ” Mbah Jaim kemudian mengusap rambutku.

Sekitar pukul 23.00, aku sampai di bibir goa yang ada di Sela-sela tebing bukit Malingping Goa itu amat kecil, ukuran diameternya kurang lebih 50 Cm. Dengan jantung berdegup, kucoba merayap masuk kedalam goa.

Meski sedikit sulit, namun akhirnya aku bisa menenggelamkan tubuh kekarku ke dalamnya. Setelah aku berhasil mencari batu lempeng untuk semedi, detik berikutnya aku disambut ratusan suara kelelawaryang seolah bérputar-putar tak jauh dari tempatku dudukku.

Aku pun lega karena beberapa saat kemudian suara kelelawar itu tidak terdengar lagi. Hewan malam itu pergi entah kemana. Merasa gangguan tersebut tak muncul lagi, lantas aku segera merapalkan mantra semedi pemberian guruku.

Aneh, usai membaca mantra itu seluruh tubuhku dan akal pikiranku tiba-tiba seperti mati. Untuk meyakinkan, aku be-rusaha untuk menggerakkan tubuhku. Tapi entah kenapa, setengah mati aku tak bias menggerakkannya.

Bahkan untuk membuka mata saja, aku tak mampu. Merasa aku sudah berada di alam lain,akupun pasrah. Malah kemudian aku berpikir positif mungkin ini akibat tuah mantra itu, dimana daya kékuatannya cukup dahsyat.

Hal ini aku rasakan sesaat dalam semedi itu. Anehnya, aku tak merasakan haus dan lapar bahkan kantuk.
Keanehan ini tanpa disadari membawaku lupa tempat dan waktu. Dalam semedi aku merasa yakin bahwa saat itu aku sudah berada di puncak akhir tapaku.

Yakni aku sudah tiga  hari tiga malam beradadalam perut goa. Tepat di malam ketiga, sekitar pukul O2
dinihari, aku mulai merasakan hawa gaib yang perlahan cukup menggangu konsentrasi tapaku.

Dan sejurus kemudian, telingaku mendadak sakit manakala mendengar suara jeritan manusia.
Karena tak tahan, aku langsung terjaga.Aneh, saat itu aku bisa menggerakkan tubuhku, meski aku sadar hal itu tak boleh kulakukan sebelum sosok gaib yang dimaksud datang menemuiku.

Tapi mesti bagaimana lagi, kala itu aku betul-betul tak sanggup menetralisir suara jeritan itu.Malah seluruh tubuh jadi sakit manakala aku mencoba menahannya.

Sesaat aku tengah sibuk menahan rasa sakit di telinga dan sekujur tubuhku. Mendadak di hadapanku muncul beberapa sosok halus berwajah mengerikan. Muka dan tubuhnya hancur seperti habis disiksa.

Akupun kaget. Apalagi ketika sosok mengerikan itu mendekatiku lalu berkata dengan nada mengancam ingin rnembunuhku.

"Aku harus menuntut balas kematianku yang mengenaskan ini. Kamu ternyata masih keturunan dekat Ki Wongsi, si manusia bejat yang telah bersekutu dengan kaum komunis itu,” ujar salah seorang dari mereka.

Di susul dengan umpatan sosok misterius lainnya yang mengatakan bahwa mereka mati akibat disiksa dan mayatnya di buang di goa ini oleh Ki Wongso.

Aku nyaris tak percaya, karena ternyata mereka mengenali nama kakekku, Ki Wongso yang padahal sudah meninggal 10 tahun silam. Merasa jiwaku dalam keadaan terancam, aku langsung mengeluarkan kekuatanku untuk menghantam mereka.

Tapi apa lacur? mereka ternyata cukup kuat untuk dikalahkan. Malah detik berikutnya, mereka yang berjumlah 7 orang itu terus merangsek, menyerangku. Aku panik. Dan tak pikir panjang Iagi aku
langsung menuju mulut goa.

Berusaha lari sejauh-jauhnya agar terbebas dari ancaman makhluk mengerikan itu.Guruku marah setelah mengetahui kegagalanku. Biarlah! Aku menyadari nyawaku Iebih berharga ketimbang cita citaku.Sumber: Misteri
Share This Article :
Eko Susilo

TAMBAHKAN KOMENTAR