Jenis Reaktor Biogas Indonesia Yang Paling Sering Ditemui Jenis Reaktor Biogas Indonesia Yang Paling Sering Ditemui

Jenis Reaktor Biogas Indonesia Yang Paling Sering Ditemui Jenis Reaktor Biogas Indonesia Yang Paling Sering Ditemui

Biogas adalah salah satu sumber energi alternatif terbarukan yang sekarang banyak dibicarakan. Tak heran karena biogas lebih ramah terhadap lingkungan dan tentunya lebih aman untuk dipakai.

Tak heran banyak yang menggunakannya sebagai sumber energi tambahan. Tenang saja karena saat ini biogas juga bisa dikembangkan di rumah. Untuk membuat biogas, biasanya dibutuhkan reaktor.

Berbagai reaktor biogas Indonesia telah banyak dikembangkan di berbagai daerah. Tentunya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing saja. Agar pembuatan biogas lebih maksimal, berikut beberapa reaktor biogas yang sering digunakan :

1. Reaktor Kubah Tetap (Fixed-Dome)

Reaktor kubah tetap atau fixed-dome sering disebut sebagai reaktor cina. Dinamakan begitu karena jenis reaktor ini ditemukan dan dibuat di Cina tahun 1930-an silam. Selanjutnya reaktor tersebut terus dikembangkan dan diolah menjadi berbagai model.

Jenis reaktor ini mempunyai dua bagian utama, yaitu digester yang digunakan untuk tempat pencernaan material biogas dan juga sebagai rumah untuk bakteri. Struktur ini tentunya harus kuat. Mengingat digunakan untuk menahan gas supaya tidak bocor.

Selanjutnya ada bagian yang bernama kubah tetap atau yang dikenal dengan sebutan fixed-dome. Dinamakan demikian karena bagian ini punya bentuk yang menyerupai menyerupai kubah. Berbeda dengan bagian sebelumnya, bagian ini digunakan untuk agian mengumpulkan gas yang tidak bergerak.

2. Reaktor Floating

Selanjutnya ada reaktor yang bernama floating. Jenis reaktor ini pertama kali dikembangkan di Indonesia. Tahun pengembangannya adalah tahun 1937. Inilah yang membuat reaktor ini juga sering disebut sebagai reaktor india.

Reaktor ini mempunyai bagian digester yang sama persis dengan reaktor kubah. Yang membedakan hanya bagian penampung gas yang memakai peralatan bergerak dari bahan drum khusus.

Di mana bagian drum tersebut tentunya dapat bergerak naik dan turun sesuai keinginan para pengguna. Drum tersebut digunakan sebagai tempat untuk menyimpan gas hasil fermentasi dalam digester yang sudah dihasilkan oleh mesin pembuat biogas.

3. Reaktor Balon

Reaktor balon menjadi salah satu jenis reaktor yang paling banyak digunakan di skala rumah tangga. Jadi, kalian yang ingin membuat biogas sendiri di rumah, jenis reaktor ini sangat cocok untuk digunakan. Mengingat tampilannya juga lebih ramping.

Reaktor ini memakai bahan plastik khusus yang membuatnya jauh lebih efisien untuk penanganan dan juga perubahan tempat biogas yang nanti dilakukan oleh para pelaku pembuatan biogas itu sendiri.

Di dalam reaktor ini biasanya ada bagian atas yang berfungsi sebagai digester dan juga tempat penyimpanan gas. Tempat tersebut masing-masing bercampur satu sama lain di dalam satu ruangan tanpa tambahan sekat apapun.

Material organik yang digunakan biasanya terletak di bagian bawah. Pasalnya bagian tersebut mempunyai berat yang jauh lebih besar dibanding dengan gas yang ada di reaktor biogas Indonesia ini.

Others